breadcrumbs {padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:85%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3;}

Thursday, 30 August 2018

Tips Menata Rumah Tipe Kecil


Menata rumah tipe kecil bisa jadi tantangan tersendiri dikarenakan jumlah dan luas ruangan mungkin saja tak sesuai dengan kebutuhan yang kamu miliki. Hal ini berakibat pada kecilnya ukuran-ukuran ruang yang ada pada rumah. Lalu, bagaimana tips untuk menata rumah tipe kecil kamu tetap fungsional dan nyaman untuk ditinggali?, yuk simak berbagai tips dan trik untuk menata rumah tipe kecill idamanmu.
1. Pemilihan Warna yang Tepat
Perlu kamu ketahui jika nggak semua warna cocok untuk diaplikasikan pada setiap rumah tipe kecil. Apalagi mengingat rumah ini identik dengan ruang-ruang yang juga berukuran kecil.
Untuk membuat interior rumah tipe kecil terasa jadi lebih luas, ada baiknya kamu menggunakan warna-warna terang pada rumah yang kamu miliki. Warna putih adalah warna terbaik untuk membuat ruangan sempit terasa lebih terang dan luas. Namun, jika warna putih terkesan monoton atau terlalu polos, warna-warna terang lain seperti krem atau warna-warna muda juga bisa jadi pilihan untuk rumah tipe kecil.
Jika warna favorit yang kamu miliki cenderung gelap seperti hitam atau maroon, aplikasikan warna ini pada aksesoris dekorasi pada rumah  seperti karpet atau pernik pernik hiasan dinding. Dengan ruang yang terang, warna-warna favoritmu tetap akan menonjol tanpa perlu tampil dominan di dalam rumah tersebut.


2. Pilih Perabot dengan Material Transparan atau Reflektif

Kamu mungkin sempat mengira bahwa ruangan di dalam rumah tipe kecil mungkin tidak terlalu sempit. Tapi setelah ruangan dipenuhi perabotan, barulah kamu akan merasa ternyata ruangan tersebut tidaklah luas.
Untuk menyiasati jika hal-hal seperti terjadi pada rumah tipe kecil yang kamu miliki, cobalah menggunakan beberapa furnitur dengan bahan transparan atau reflektif untuk memberikan efek visual yang lebih luas pada rumah mungil.
Material seperti akrilik dan kaca yang transparan ataupun cermin yang bersifat memantulkan cahaya bisa jadi pilihan untuk mewujudkan kesan ruangan yang tidak sesak oleh perabot di rumah mungil.

3. Hilangkan Sekat pada Ruang

Daripada ruangan di dalam rumah tipe kecil menjadi sempit karena terbagi-bagi, lebih baik kamu menggabungkan ruangan-ruangan tersebut dengan membuang sekat-sekat atau dinding yang ada. Tak cuma membuat sirkulasi menjadi nyaman, Hal ini akan membuat ruangan pada rumah terasa jadi jauh lebih luas.
Ruangan seperti dapur dan ruang makan adalah salah satu contoh ruangan yang bisa kamu gabungkan di rumah tipe kecil milikmu. Kedua ruang ini bahkan bisa kamu gabungkan dengan ruang keluarga, menjadikannya satu ruang luas dengan fungsi berbeda.

4. Efisiensi Ruang Lewat Perabot Compact

Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, perabot adalah salah satu faktor yang bisa membuat ruangan pada rumah tipe kecil terasa sangat sempit, dan sesak. Pilihan lain selain memilih perabot dengan material yang transparan dan reflektif adalah menggunakan perabot-perabot compact yang memiliki fungsi ganda.
Contohnya kolong pada kursi ataupun tempat tidur, daripada ruangan tersebut terbuang sia-sia, kamu bisa menjadikan kolong sebagai storage tambahan dengan memberikan laci pada kolong tersebut. Alhasil, kamu bisa mengurangi penggunaan lemari penyimpanan pada rumah mungil.
Sofa bed ataupun meja lipatjuga bisa jadi pilihan baik dengan fungsi ganda yang fleksibel sehingga kamu bisa menyesuaikan perabotan sesuai kebutuhan ruang pada saat itu.

5. Pencahayaan Maksimal pada Ruangan

Ruangan yang terang akan terasa jauh lebih luas daripada ruangan yang gelap. Inilah yang menjadi alasan mengapa pencahayaan menjadi salah satu hal yang perlu kamu perhatikan dalam menata rumah tipe kecil.
Dan ketika berbicara mengenai pencahayaan, hal ini akan terkait dengan bukaan yang ada pada rumah tipe kecil. Maksimalkan jendela yang ada pada rumah tipe kecil atau gunakan daun pintu yang memiliki kaca sehingga cahaya tetap bisa masuk ke dalam rumah saat pintu dalam keadaan tertutup.
Jika keadaan ruangan nggak memungkinkanmu menghadirkan jendela, kamu bisa bermain dengan skylight sehingga cahaya tetap bisa menyelinap masuk.
Jika pencahayaan alami sudah tidak mungkin kamu maksimalkan, aturlah pencahayaan buatan dengan lampu yang memadai. Satu lampu utama mungkin tidaklah cukup, jadi tambahkan lampu hias terutama pada sudut ruang yang minim cahaya sehingga pencahayaan pada rumah mungil jadi lebih maksimal. Hindari juga pengunaan lampu-lampu dengan cahaya redup kecuali untuk elemen-elemen dekoratif.

6. Hindari Pola Berlebih dalam setiap Ruang

Pola yang berlebihan, terlalu ramai ataupun padat, akan membuat ruangan terkesan jauh lebih sempit bahkan berantakan. Hindari penggunaan pola yang berlebihan pada rumah tipe kecil. Pola yang dipilih pun usahakan memiliki pola yang sederhana. Dengan begitu, kamu nggak perlu khawatir pola-pola pada karpet ataupun wallpaper pada ruangan akan membuat rumah tipe kecil terasa sempit dan sesak.
Pilihan pola juga bisa memberikan efek visual pada ruangan kecilmu. Pola horizontal akan membuat ruang terkesan lebih tinggi, sedangkan pola vertikal bisa membuat rumah mungil terkesan lebih lebar. Sesuaikan pola ini dengan keadaan ruang dalam rumah mungil yang kamu miliki.

7. Beralih ke Perabot Berukuran Kecil

Untuk membuat ruangan dalam rumah tipe kecil terasa lebih luas, hindari mengisinya dengan perabot-perabot super besar dengan detail dan bentuk yang berlebihan. Beralihlah pada perabot minimalis dengan ukuran lebih kecil dan minim detail ketika menata rumah tipe kecil.
Selain perabot, soal aksesoris dan dekorasi pada rumah mungil pun perlu kamu minimalisir. Gunakan dekorasi dan aksesoris seperlunya saja agar ruangan yang kecil tak terkesan berantakan.

No comments:

Post a comment