breadcrumbs {padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:85%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3;}

Tuesday, 23 January 2018

Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo

Masjid Taman Sriwedari


Rencana pembangunan Masjid Taman Sriwedari akan menjadi ikon Kota Solo yang menggabungkan aspek agama, budaya, dan pluralisme. Pembangunan masjid dengan dana tak terbatas ini dibangun dari hasil sumbangan para donatur. Hal ini disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmono dalam pengukuhan panitia pembangunan masjid Taman Sriwedari di joglo rumah dinas Wali Kota di Loji Gandrung. Sebanyak 50 panitia terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, ASN, serta budayawan dikukuhkan.



Seluruh keuangan dana para donatur atau sumbangan akan masuk dalam rekening panitia pembangunan masjid. Dana pembangunan masjid tidak menggunakan dana APBD Kota Solo, namum sumbangan para donatur dengan dana tidak terbatas. Artinya menyesuaikan kebutuhan anggaran pembangunan masjid tersebut. Namun demikian, diperkirakan pembangunan masjid menghabiskan Rp. 151.9 miliar.

Sesuai perencanaan masjid, masjid dibangun di lahan bekas Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari seluas 17.200 m2. Masjid itu digadang gadang menjadi kebanggaan Kota Solo. Dilengkapi lima menara yang mengelilingi bangunan masjid, satu menara dibangun setinggi 114m sesuai dengan jumlah surat di dalam alquran. Menara tersebut akan dilengkapi dengan lift sehingga warga bisa melihat dari ketinggian. Peletakan batu pertama rencana akan dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2018. Dan lama pembangunan di perkirakan akan memakan waktu 24 bulan.



Wakil Wali Kota Solo sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Masjid taman Sriwedari Achmad Purnomo menyampaikan pembangunan masjid di Sriwedari disesuaikan dengan fungsi kawasan tersebut. Hal ini sejalan dengan masterplan (rencana induk) penataan kawasan Sriwedari yang di susun Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Merujuk masterplan terebut, ruang terbuka hijau akan diperbanyak guna mendukung pengembalian Sriwedari menjadi kawasan konservasi dan khasanah budaya. Dalam hal ini, Pemkot akan mengembalikan Roh Sriwedari seperti dulu kala saat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) X menjadikan kawasan itu sebagai Bon Raja. Dengan demikian, masjid akan dibangun dengan konsep green design (desain hijau).

Desain masjid ini mengkolaborasikan model Masjid Agung Demak, Masjid Agung Kudus, Masjid Lasem, dan Masjid Agung An Nur Pekanbaru. Setiap detil bagian bangunan memiliki filosofi masing masing. Menara yang dibangun setinggi 114 meter sesuai jumlah surat dalam Alquran. Sedangkan lima menara juga memiliki filosofi Pancalisa.

Tiga Aspek

Masjid Taman Sriwedari diharapkan mampu menggabungkan aspek agama, budaya, dan pluralisme. Dalam aspek agama, masjid sebagai tempat ibadah. Sedang dalam aspek budaya, bangunan bergaya jawa klasik. Sementara aspek pluralisme terlihat dari rencana pembangunan lima menara yang memiliki filosofi pancasila.



Sementara itu, DPRD Kota Solo menganggarkan dana Rp. 1 miliar dalam APBD 2018. Ketua Komisi II DPRD Solo, YF. Sukasno, mengatakan pada 2017 DPRD menyetujui anggaran senilai Rp. 600 juta untuk membiayai konsultan perencanaan. Sedangkan pada APBD 2018 baru dipasang anggaran Rp. 1 miliar untuk pembangunan struktur awal di Sriwedari.

Soal status tanah itu, DPRD jauh jauh hari sudahmenanyakanya. Pemkot meyakinkan DPRD tanah itu sudah menjadi hak pemkot dengan status hak pakai (HP) No. 4 dan No. 41.



MASJID TAMAN SRIWEDARI

Luas Lahan                      : 17.200 m2
Bangunan Utama             : 4.330 m2

Lantai Atas                       : 2.165 m2
-          Ruang Utama                  : 980 m2
-          Serambi 1                       : 625 m2
-          Serambi 2                       : 560 m2
Lantai Dasar                     : 2.165 m2

Bangunan Penunjang
-          Menara                            : 81 m2
-          Guest House                   : 96 m2
-          Toilet Umum                    : 288 m2
-          Pelataran                         : 4.835 m2
-          Lansekap                         : 10.056 m2
-           
Kapasitas Jamaah
-          Ruang Utama                   : 1.000 Orang
-          Serambi 1                         : 690 Orang
-          Serambi 2                         : 620 Orang
-          Pelataran                          : 5.370 Orang
-          Total                                  : 7.680 Orang
-           
Anggaran                           : Rp. 151.900.000.000,-

-         Jika kurang, anggaranya tak terbatas sesuai dengan kebutuhan
-         Dana berasal dari sumbangan para donator
-         Rencan pembangunan 24 bulan

( disarika dari Koran Solo Pos, Rabu Kliwon, 10 januari 2018)
















No comments:

Post a comment