breadcrumbs {padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:85%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3;}

Wednesday, 28 December 2016

Desain Tangga Minimalis

Pengertian Tangga

Perumahan Kota Solo. Tangga merupakan jalur yang mempunyai undak - undak (trap) yang menghubungakan satu lantai dengan lantai diatasnya dan mempunyai fungsi sebagai jalan untuk naik dan turun antara lantai tingkat.

Seiring perkembangan, disain tangga selain sebagai jalan penghubung antar lantai yang ada di atasnya, juga sebagai bagian dari disain interior yang didisain untuk menarik perhatian  (eye catching) dalam sebuah ruangan. Penempatan atau letak ruang tangga tersendiri harus sudah direncanakan secara matang dalam proses perencanaan lay out ruangan tersebut. 

Perencanaan tangga sudah semakin ditail, penggunaan materialnya juga sudah sangat berkembang, tangga tidak hanya dari kayu atau beton saja, tapi sudah menggunakan berbagai fariasi material tambahan seperti dari kaca, plat baja, sling (kawat baja) dll, bentuk disain tangga yang menarik diharapkan dapat menambah nilai estetika ruang tersebut.

Bagian Struktur tangga

Pondasi tangga 

Sebagai dasar tumpuan (landasan) agar tangga tidak mengalami penurunan/ pergeseran. Pondasi tangga bisa dari pasangan : batu kali, beton bertulang atau kombinasi dari kedua bahan dan dibawah pangkal tangga harus diberi balok anak sebagai pengaku pelat lantai, agar lantai tidak menahan beban terpusat yang besar.

Ibu tangga 

Merupakan bagian dari tangga sebagai konstruksi pokok yang berfungsi untuk mendukung anak tangga.

Anak tangga

Anak tangga berfungsi sebagai bertumpunya telapak kaki, dibuat dengan jarak dan selisih tinggi (trap) yang sama, supaya kaki yang melangkah menjadi nyaman, enak untuk melangkah, bentuk anak tangga dapat divariasikan sesuai selera pemilik atau arsiteknya.

Pagar tangga 

Pagar tangga atau reilling tangga adalah bagian dari struktur tangga sebagai pelindung yang diletakkan disamping sisi tangga dan di pasang pada/ diatas anak tangga untuk melindungi agar orang tidak terpelosok jatuh

Bordes 

Adalah pelat datar diantara anak - anak tangga sebagai tempat beristirahat sejenak, bordes di pasang pada bagian sudut tempat peralihan arah tangga yang berbelok. Untuk rumah tinggal, lebar bordes antara 80 - 100 cm dan untuk bangunan umum, lebar bordesnya dibuat antara 120 - 200 cm.
Macam - macam bentuk tangga

Bentuk tangga dapat disesuaikan dengan beda tinggi lantai dan ruangan yang tersedia. Dalam menentukan bentuk tangga tentunya harus diperhatikan selain estetika yaitu kenyamanan pengguna. Secara garis besar bentuk tangga terbagi menjadi :

1. Tangga lurus,
2. Tangga Gunting atau bentuk 'K',
3. Tangga lengkung,
4. Tangga siku, atau bentuk 'L' dan 'U'
5. Tangga lingkar


Perhitungan dan standarisasi ukuran tangga 

Lebar anak tangga

a) Untuk rumah tinggal, lebar anak tangga 80 cm.
b) Untuk bangunan umum, lebar anak tangga 120 cm s/d 200 cm.
c) Untuk tangga darurat, lebar anak tangga bisa 70 cm.

Tetapi dapat juga diperhatikan jika yang melewati berpapasan di satu anak tangga:
a. Untuk satu orang, lebarnya 60 - 80 cm
b. Untuk dua orang, lebarnya 120 cm
c. Untuk tiga orang, lebarnya 180 cm

Lebar dan tinggi anak tangga (trap)


Semua anak tangga harus dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi yang turun dan naik tangga, perlu diperhatikan lebar dan tinggi anak tangga.

Rumus untuk anak tangga (undak - undak)

              2t + l = 60 - 65 cm

t = tinggi anak tangga (tinggi tanjakan = optrede)
l = lebar anak tangga (lebar injakan = aantrede)

Rumus diatas didasarkan pada;
Satu langkah arah datar antara 60 - 65 cm.
Untuk melangkah naik perlu tenaga 2 kali lebih besar dari pada melangkah datar.

Lebar dan tinggi anak tangga sangat menentukan kenyamanan, yang naik tidak cepat lelah dan yang turun tidak mudah tergelincir.

Kemiringan tangga


Kemiringan tangga dibuat tidak curam, agar orang mudah untuk naik dan turun tangga, jadi tidak banyak energi yang keluar, tetapi jika kemiringan dibuat terlalu landai dan dapat menjemukan bagi orang yang melaluinya, disamping itu banyak memakan tempat (space) yang ada, jadi kurang efisien.

Kemiringan tangga yang wajar berkisar antara 25 s/d 42 derajat, dan untuk bangunan rumah tinggal biasa digunakan kemiringan 38 derajat, dari lantai

Konstruksi tangga


Konstruksi tangga harus kuat dan stabil, karena sebagai jalan penghubung ke lantai tingkat. Menurut peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung, 1983, bahwa beban ditangga lebih besar dari beban pada pelat lantai. Untuk bangunan rumah tinggal = 250 kg/ m2, bangunan umum diambil = 300 kg/ m2.  Konstruksi tangga dapat menjadi satu dengan rangka bangunan ataupun terpisah berdiri sendiri.

Galery Disain Tangga Minimalis


 








s






No comments:

Post a comment